MEMBACA SURAH AL-KAHFI PADA HARI JUM'AT

Sudah bukan hal baru lagi terdengar di telinga kita bahwa hari Jum'at merupakan hari yang mulia. Bukti kemuliaannya ialah, Allah mentakdirkan beberapa kejadian besar pada hari tersebut. Dan juga ada beberapa amal ibadah yang dikhususkan pada malam dan siang harinya, salah satunya ialah pelaksanaan shalat Jum’at.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ

"Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling afdhal adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan, dan pada hari itu juga ditiup sangkakala dan akan terjadi kematian seluruh makhluk. . . . " (HR. Abu Dawud, an Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan al Hakim dari hadits Aus bin Aus)

 

Pada dasarnya, tidak dibolehkan menghususkan ibadah tertentu pada malam Jum’at dan siang harinya, berupa shalat, tilawah, puasa dan amal lainnya yang tidak biasa dikerjakan pada hari-hari selainnya. Kecuali, ada dalil khusus yang memerintahkannya.

Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Hurairah radliyallaahu 'anhu, bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda;

لَا تَخُصُّوا لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ بِقِيَامٍ مِنْ بَيْنِ اللَّيَالِي ، وَلَا تَخُصُّوا يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِصِيَامٍ مِنْ بَيْنِ الْأَيَّامِ ، إلَّا أَنْ يَكُونَ فِي صَوْمٍ يَصُومُهُ أَحَدُكُمْ

“Janganlah menghususkan malam Jum’at untuk mengerjakan shalat dari malam-malam lainnya, dan janganlah menghususkan siang hari Jum’at untuk mengerjakan puasa dari hari-hari lainnya, kecuali bertepatan dengan puasa yang biasa dilakukan oleh salah seorang kalian.” (HR. Muslim, al-Nasai, al-Baihaqi, dan Ahmad)

 

Dan berikut ini adalah amal-amal yang mengiringinya di hari Juma'at

Membaca Surat Al-Kahfi

AL KAHFI


Salah satu amal ibadah khusus yang diistimewakan pelakasanaannya pada hari Jum’at adalah membaca surat Al-Kahfi.

Berikut ini kami sebutkan beberapa dalil shahih yang menyebutkan perintah tersebut dan keutamaannya.

1. Dari Abu Sa'id al-Khudri radliyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ

"Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul 'atiq." (Sunan Ad-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim serta dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 736)

2. Dalam riwayat lain masih dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu 'anhu,

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ أَضَآءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ

"Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum'at." (HR. Al-Hakim: 2/368 dan Al-Baihaqi: 3/249. Ibnul Hajar mengomentari hadits ini dalam Takhrij al-Adzkar, “Hadits hasan.” Beliau menyatakan bahwa hadits ini adalah hadits paling kuat tentang surat Al-Kahfi. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih al-Jami’, no. 6470)

3. Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ سَطَعَ لَهُ نُوْرٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءَ يُضِيْءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ

“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.”

Al-Mundziri berkata: hadits ini diriwayatkan oleh Abu Bakr bin Mardawaih dalam tafsirnya dengan isnad yang tidak apa-apa. (Dari kitab at-Targhib wa al- Tarhib: 1/298)”

 

Lalu, kapankah membacanya ?

Sunnah membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at atau pada hari Jum’atnya. Dan malam Jum’at diawali sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis. Kesempatan ini berakhir sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’atnya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kesempatan membaca surat Al-Kahfi adalah sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis sore sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’at.

Imam Al-Syafi'i rahimahullah dalam Al-Umm menyatakan bahwa membaca surat al-Kahfi bisa dilakukan pada malam Jum'at dan siangnya berdasarkan riwayat tentangnya. (Al-Umm, Imam al-Syafi'i: 1/237).

Mengenai hal ini, al-Hafidzh Ibnul Hajar rahimahullaah mengungkapkan dalam Amali-nya: Demikian riwayat-riwayat yang ada menggunakan kata “hari” atau “malam” Jum’at. Maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud “hari” temasuk malamnya. Demikian pula sebaliknya, “malam” adalah malam jum’at dan siangnya. (Lihat: Faidh al-Qadir: 6/199).

DR Muhammad Bakar Isma’il dalam Al-Fiqh al Wadhih min al Kitab wa al Sunnah menyebutkan bahwa di antara amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan pada malam dan hari Jum’at adalah membaca surat al-Kahfi berdasarkan hadits di atas. (Al-Fiqhul Wadhih minal Kitab was Sunnah, hal 241).

Jadi, Kesempatan membaca surat Al-Kahfi adalah sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis sore sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’at.

 

Dan apakah keutamaan membaca Surat Al-Kahfi di Hari Jum’at ?

Dari beberapa riwayat di atas, bahwa ganjaran yang disiapkan bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at atau pada siang harinya akan diberikan cahaya (disinari). Dan cahaya ini diberikan pada hari kiamat, yang memanjang dari bawah kedua telapak kakinya sampai ke langit. Dan hal ini menunjukkan panjangnya jarak cahaya yang diberikan kepadanya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ

“Pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka.” (QS. Al-Hadid: 12)

Balasan kedua bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at berupa ampunan dosa antara dua Jum’at. Dan boleh jadi inilah maksud dari disinari di antara dua Jum’at. Karena nurr (cahaya) ketaatan akan menghapuskan kegelapan maksiat, seperti firman Allah Ta’ala:

إن الحسنات يُذْهِبْن السيئات

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Huud: 114)

 

Manfaat lain surat Al-Kahfi yang telah dijelaskan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah untuk menangkal fitnah Dajjal. Yaitu dengan membaca dan menghafal beberapa ayat dari surat Al-Kahfi. Sebagian riwayat menerangkan sepuluh yang pertama, sebagian keterangan lagi sepuluh ayat terakhir.

Imam Muslim meriwayatkan dari hadits al-Nawas bin Sam’an yang cukup panjang, yang di dalam riwayat tersebut Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,  “Maka barangsiapa di antara kamu yang mendapatinya (mendapati zaman Dajjal) hendaknya ia membacakan atasnya ayat-ayat permulaan surat al-Kahfi.”

Dalam riwayat Muslim yang lain, dari Abu Darda’ radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat dari permulaan surat al-Kahfi, maka ia dilindungi dari Dajjal.” Yakni dari huru-haranya.

Imam Muslim berkata, Syu’bah berkata, “Dari bagian akhir surat al-Kahfi.” Dan Hammam berkata, “Dari permulaan surat al-Kahfi.” (Shahih Muslim, Kitab Shalah al-Mufassirin, Bab; Fadhlu Surah al-Kahfi wa Aayah al-Kursi: 6/92-93)

Imam Nawawi berkata, “Sebabnya, karena pada awal-awal surat al-Kahfi itu tedapat/ berisi keajaiban-keajaiban dan tanda-tanda kebesaran Allah. Maka orang yang merenungkan tidak akan tertipu dengan fitnah Dajjal. Demikian juga pada akhirnya, yaitu firman Allah:

أَفَحَسِبَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ يَتَّخِذُوا عِبَادِي مِنْ دُونِي أَوْلِيَاءَ

“Maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? . . .” QS. Al-Kahfi: 102. (Lihat Syarah Muslim milik Imam Nawawi: 6/93)

 

Mungkin hanya itu saja yang dapat kami sampaikan, dan semoga kita sebagai umat muslim memiliki kemauan keras untuk membaca surat Al-Kahfi dan menghafalnya serta mengulang-ulangnya. Khususnya pada hari yang paling baik dan mulia, yaitu hari Jum’at. Wallahu Ta’aa a’lam

ISRA' MI'RAJ

Assalamu’alaykum ikhwan dan ukhti fillah. Apa kabar ? semoga selalu sehat wal’afiat dan selalu dalam lindungan Allah SWT amin.

Dalam rangka memperingati isra’ mi’raj, kami akan memposting beberapa pengetahuan tentang isra’ mi’raj yang jatuh pada tanggal 27 mei kemarin. Semoga postingan kali ini bermanfaat dan dapat menambah keimanan kita ya.

Apa sih sebenarnya isra' mi'raj itu ?

Kita sering sekali mendengar kata isra' mi'raj. Sebenarnya apa sih Isra' Mi'raj itu ?

Isra' Mi'raj (bahasa arab : الإسراء والمعراج, al-’Isrā’ wal-Mi‘rāj) adalah bagian kedua dari perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat islam, karena pada peristiwa inilah beliau mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam.

Tapi tahu kah kalian perbedaan antara isra' dan mi'raj ?

Nah seringkali masyarakat menggabungkan Isra Mi'raj menjadi satu peristiwa yang sama. Padahal sebenarnya Isra dan Mi'raj merupakan dua peristiwa yang berbeda. Dalam Isra, Nabi Muhammad  "diberangkatkan" oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Mi'raj, Nabi Muhammad SAW "dinaikkan" ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini, Beliau mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu.

Lalu apa sebenarnya pengaruh dari isra' mi'raj itu terhadap kehidupan kita sekarang ?

Seperti yang sudah kita bahas tadi, bahwa isra' mi'raj sendiri adalah suatu perjalanan Nabi Muhammad SAW yang dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha dan diberikan perintah untuk menunaikan salat lima waktu. Jadi bisa kita ambil maknanya, untuk menunaikan salat lima waktu, yang semulanya adalah 50 waktu (mungkin bisa di baca lagi bagaimana ceritanya salat 50 waktu menjadi salat 5 waktu)

 

Nah, dalam rangka memperingati isra' mi'raj tersebut, sekolah kami mengadakan acara memperingati isra' mi'raj. Acara ini di adakan pada tanggal 28 Mei 2014. Acara isra' mi'raj kali ini bertemakan "ISRA' MI'RAJ SEBAGAI AJANG MENINGKATKAN IBADAH MENUJU INSAN YANG LEBIH BERTAQWA"

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah gambaran bagaimana persiapan kami sebagai panitia, dari sebelum isra' mi'raj sampai acara selesai.

Nah yang pertama, sebelum mengadakan acara isra' mi'raj, panitia ikhwan mengadakan mabit (malam bina iman dan taqwa). Bagaimanakah suasana mabit ?

Foto berikut ini adalah foto saat ikhwan lagi membicarakan tentang acara isra' mi'raj besok. Lihatlah bagaimana ukhuwah mereka, sampai-sampai mereka berada dalam suatu bentuk lampu yang bisa kalian bayangkan sendiri... Mabit ini bisa di gambarkan sebagai salah satu kegiatan bermalam di masjid, yang di lakukan sebelum hari H suatu acara di sekolah. Tujuannya adalah agar panitia (terutama ikhwan) kompak satu sama lainnya dan mempersiapkan segala macamnnya.


Berikutnya, setelah mabit, panitia ikhwan mengadakan salat subuh berjama'ah. Setelah itu, panitia kembali bersama-sama mengecek ulang persiapan untuk isra mi'raj nanti. Diluar prediksi, Allah menurunkan hujan lebat. Tetapi hujan itu tudak mengurungkan niat ikhwan untuk mengecek segala sesuatunya.

Dan alhamdulillah, hujan bukan menjadi suatu alasan siswa smansa untuk hadir dalam acara isra' mi'raj kali ini. Siswa antusias untuk mengikuti kegiatan ini. Bisa di lihat dari foto berikut ini, panitia akhwat pun juga tidak kalah semangatnya. Mereka semua bekerja sama untuk membuat acara berjalan dengan lancar meskipun hujan..

1401345561457


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DSC02207

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Acara di awalai dengan membaca basmalah bersama-sama, kemudian sambutan dari Kepala Sekolah SMAN 1 Balikpapan, Bapak Imam.

DSC02213


Dan acara pun di lanjutkan dengan tilawah dari akhi Annas dan akhi Pradit. Subhanallah, siswa khusyu’ mendengarkan tilawah yang dibacakan oleh mereka.

DSC02211

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan ceramah dari ustad, yang membahas tentang isra’ mi’raj. Dan salah satu isinya adalah, peristiwa isra’ mi’raj sudah ada di dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra’ dan An-Najm

page

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah menyampaikan ceramahnya, ternyata ada beberapa siswi smansa yang bertanya tentang isi ceramahnya tersebut. Dan setelah tanya jawab dengan ustad, panitia membuat pertanyaan, dan banyak siswa siswi smansa ingin menjawab pertanyaan, tapi hanya beberapa yang terpilih.

ttanya jawab


Acara terakhir diisi oleh promosi dari salah satu bimbingan belajar. Dan ternyata salah satu yang mengisi adalah ustad pengisi acara. Beliau juga ternyata jago dalam hal fisika. Subhanallah.

l

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dan setelah acara selesai, semua panitia membersihkan tempat acara. Dan terakhir siswa dan siswi smansa di persilahkan pulang.

Dan ini lah beberapa foto panitia ikhwan beserta salah satu guru di SMAN 1 Balikpapan

1401344563527

 

 

 

 

 

 

 

1401344565213

 

 

 

 

 

 

 

Itu tadi adalah rangkaian acara isra' mi'raj di smansa, mudah-mudahan tahun-tahun berikutnya kami bisa lebih banyak mengadakan acara-acara seperti ini lagi. Aamiin

TANDA-TANDA KIAMAT SUGRO YANG SEBAGIAN SUDAH TERJADI



hari_kiamat1Tidak ada satu orang pun yang mengetahui kapan akan terjadi kiamat, bahkan malaikat dan nabi sekalipun. Tetapi kita hanya diberi tanda-tanda oleh Allah SWT jika hari kiamat akan datang. Berikut tanda-tanda hari kiamat Sugra dan kiamat Kubra :


Tanda-tanda Kiamat Sugra (kiamat kecil)


  1. Ajaran Islam kurang diperhatikan dan bahkan ditinggalkan oleh kaum muslimin

  2. Jumlah ulama (ahli agama) yang sesungguhnya semakin sedikit, sebaliknya banyak orang bodoh yang mengaku ulama dan menyesatkan umat muslim

  3. Perzinahan dilakukan secara terang-terangan dan sudah menjadi suatu kebiasaan di masyarakat luas

  4. Mabuk mabukan banya dilakukan seolah bukan perbuatan yang diharamkan

  5. Jumlah wanita lebih banyak dibandingkan dengan pria, dan mereka sudah tidak malu untuk berpakaian setengah telanjang

  6. Banyak wanita yang berpenampilan seperti pria dan sebaliknya

  7. Manusia berlomba untuk memperkaya diri dengan cara yang tidak halal

  8. Para orangtua menjadi budak yang diperilakukan semena-mena oleh anak-anaknya

  9. Semakin banyak fitnah yang menimpa umat Islam

  10. Semakin sering terjadi bencana alam, pembunuhan dan peperangan

  11. Banyaknya perceraian

  12. Bermewah-mewah dalam membangun masjid sementara jamaahnya sedikit.


Tanda-tanda Kiamat Kubra (kiamat besar)

Peristiwa kiamat ini yang diterangkan didalam surat AL-ZALZALAH Ayat 1-8



  1. Waktu berputar semakin cepat, sehingga setahun terasa sebulan, sebulan terasa seminggu

  2. Matahari terbit dari sebelah barat

  3. Keluarnya Dajjal, yaitu sosok pembohong yang menutupi kebenaran

  4. Adanya Ya'juj dan Ma;juj, yaitu segolongan manusia yang memiliki kekuatan besar dan berpikiran sesat

  5. Turunya Imam Mahdi ke dunia untuk meluruskan syari'at Islam dan mengidupkan sunnah-sunnah Rasulullah SAW

  6. Turunya Nabi Isa A.S yang akan memperjuangkan kebenaran bersama Imam Mahdi. Dialah yang menumpas Dajjal serta mengajak umat manusia untuk mengesakan Allah dan menyembah-Nya

  7. Hilangnya Al-Qur'an dari mushaf (lembaran-lembaran) dari hati manusia




Berdasarkan tanda tanda tersebut tidak kah kita sadar bahwa sudah banyak terjadi yang terjadi, seperti kasus pencabulan yang semakin hari semakin banyak saja, kasus pembunuhan mutilasi dan masih banyak yang lain.

semoga kita semakin sadar bahwa kita ini memang ummat akhir zaman, dimana Nabi Muhammad S.A.W. merupakan Nabi akhir zaman. Semoga kita semua meninggal dalam kondisi Khusnul Khotimah dan dipermudah oleh Allah. Aamiin ya Robbal 'alamin


Menyikapi Perbedaan Dalam Pandangan Islam

Oleh : Ust. DR. Saifuddi Amir

Menyikapi perbedaan memang mempunyai arti yang sangat luas,  apalagi menyikapi perbedaan pendapat di kalangan umat beragama itu sendiri baik mengenai hukumnya, tata cara di dalam melaksanakan ibadah dan yang lainnya.

Sering kali kita merasa bingung, bimbang dan bengong melihat begitu banyak perbedaan di kalangan ummat islam. Kita tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah, dan juga kita tidak tahu mana yang harus kita pilih dan menjadi panutan dalam hidup. Sehingga terjadi perpecahan di kalangan ummat Islam itu sendiri. Antara satu dengan beberapa kelompok lainnya saling mementingkan kelompoknya sendiri tanpa melihat persamaan di dalam Islam itu sendiri. Mereka mengganggap bahwa kelompoknya lah yang benar dan kelompok yang lain salah.

contoh, batalkah wudhu sesorang saat thawaf menyentuh kulit yang bukan mahrimnya, seseorang  yang bersentuhan kulit ketika thawaf atau dalam keadaan berdesak-desakan di tempat manapun, maka tidak membatalkan thawafnya dan juga tidak membatalkan wudhunya menurut pendapat yang paling shahih dari beberapa pendapat para ulama.  Di mana ulama berselisih dalam beberapa pendapat, apakah menyentuh kulit wanita yang bukan mahrimnya membatalkan wudhu atau tidak ?

Pertama, membatalkan wudhu secara mutlak. Kedua, tidak membatalkan wudhu secara mutlak. Ketiga, membatalkan wudhu jika menyentuhnya dengan syahwat.

Jikalau kita lihat dari perbedaan-perbedaan diatas semuanya yang berbeda hanyalah cara berpikir manusia di dalam menghadapi sesuatu, ketauhidan ummat Islam terhadap penciptanya tidaklah berbeda.“sesungguhnya perbedaan itu adalah rahmat”.

Bagaimana jadinya, jikalau kita melihat semua manusia itu sama, semua pohon itu sama, semua tanaman itu sama, semua rumah itu sama, semua tempat itu sama, semua apa yang ada di dunia ini adalah sama? Maka jawabannya adalah membosankan. Sesungguhnya ALLAH SWT maha mengetahui apa-apa yang tidak kita ketahui. Kembali lagi kepada judul kita yaitu menyikapi perbedaan dalam pandangan Islam tidak dari keberagaman cara berpikir manusia dalam menghadapi sesuatu dan juga keberagaman perasaan manusia dalam merasakan sesuatu, tetapi semuanya itu hanyalah bertujuan untuk ketauhidan kepada ALLAH SWT.

Lain halnya kalau kita berpendapat bahwa semua agama itu adalah sama dan bertujuan baik untuk manusia dan juga alam. Semua itu tidaklah benar, semua agama itu tidak sama, walaupun semua tujuan daripada agama adalah untuk kebaikan manusia dan juga alam

Wallahu a’lam bishawab.

Pemikiran Islam LIberal yang Menyesatkan

ImageSuatu hari seorang Dosen mengutarakan pendapatnya di tengah-tengah para Mahasiswa

Dosen: "Saya bingung. Banyak Umat Islam di seluruh dunia lebay. Kenapa harus protes dan demo besar-besaran cuma karena tentara amerika menginjak, meludahi dan mengencingi Al-Quran?
Wong yang dibakar kan cuma kertas, cuma media tempat Quran ditulis saja kok. Yang Qurannya kan ada di Lauh Mahfuzh. Dasar ndeso. Saya kira banyak muslim yang mesti dicerdaskan."

Meskipun pongah, namun banyak Mahasiswa yang setuju dengan pendapat Dosen liberal ini. Memang Qur'an kan hakikatnya ada di Lauh Mahfuz.

Tak lama sebuah langkah kaki memecah kesunyian kelas. Seorang Mahasiswa kreatif mendekati Dosen kemudian mengambil

Baca selengkapnya »