Tabarruj dan Ikhtilat

1. TABARRUJ


tabarruj


Menurut bahasa, tabarruj adalah wanita yang memamerkan keindahan dan perhiasannya kepada laki-laki (Ibnu Manzhur di Lisanul Arab). Tabarrajatil mar’ah artinya wanita yang menampakkan kecantikannya, lehernya, dan wajahnya.
Ada yang mengatakan, maksudnya adalah wanita yang menampakkan perhiasannya, wajahnya, kecantikannya kepada laki-laki dengan maksud untuk membangkitkan nafsu syahwatnya.

Menurut syariah, tabarruj adalah setiap perhiasan atau kecantikan yang ditujukan wanita kepada mata-mata orang yang bukan muhrim. Termasuk orang yang mengenakan cadar, di mana seorang wanita membungkus wajahnya, apabila warna-warnanya mencolok dan ditujukan agar dinikmati orang lain, ini termasuk tabarruj jahiliyah terdahulu.

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al-Ahzab : 33)

Allah melarang para wanita untuk tabarruj setelah memerintahkan mereka menetap di rumah. Tetapi apabila ada keperluan yang mengharuskan mereka keluar rumah, hendaknya tidak keluar sembari mempertontonkan keindahan dan kecantikannya kepada laki-laki asing yang bukan muhrimnya.


Allah juga melarang mereka melakukan tabrruj seperti tabarrujnya orang-orang jahiliyah terdahulu. Apa maksud tabarruj jahiliyah terdahulu itu?

رَوَى اِبْنُ أَبِي نَجِيْحٍ عَن مُجَاهِد وَلاَ تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأُوْلَى قَالَ كَانَتِ الْمَرْأَةُ تَتَمَشَّى بَيْنَ أَيْدِي الْقَوْمِ فَذَلِكَ تَبَرُّجُ الْجَاهِلِيَّةِ

Ibnu Abu Najih meriwayatkan dari Mujahid, “Janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu…” Dia (Mujahid) berkata, “Wanita dahulu berjalan-jalan di hadapan kaum (laki-laki). Itulah tabarruj Jahiliyah.”


2. IKHTILAT

ikhtilat


Secara bahasa adalah bercampurnya dua hal atau lebih.
Dalam pengertian syar’i maksudnya bercampur-baurnya perempuan dan laki-laki yang bukan muhrim di sebuah momen dan forum yang tidak dibenarkan oleh Islam.


Imam Abu Daud meriwayatkan,

عَنْ حَمْزَةَ بْنِ أَبِي أُسَيْدٍ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَهُوَ خَارِجٌ مِنْ الْمَسْجِدِ فَاخْتَلَطَ الرِّجَالُ مَعَ النِّسَاءِ فِي الطَّرِيقِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلنِّسَاءِ اسْتَأْخِرْنَ فَإِنَّهُ لَيْسَ لَكُنَّ أَنْ تَحْقُقْنَ الطَّرِيقَ عَلَيْكُنَّ بِحَافَّاتِ الطَّرِيقِ فَكَانَتْ الْمَرْأَةُ تَلْتَصِقُ بِالْجِدَارِ حَتَّى إِنَّ ثَوْبَهَا لَيَتَعَلَّقُ بِالْجِدَارِ مِنْ لُصُوقِهَا بِهِ

Hamzah bin Abi Usaid Al-Anshari bahwa ia mendengar Rasulullah saw keluar rumah dari masjid. Tiba-tiba orang laki-laki dan wanita berkumpul di jalanan. Rasulullah saw berkata kepada para wanita itu, “Agar wanita di belakang saja, kalian tidak boleh berada di tengah-tengah jalan (ketika ada laki-laki) dan hendaknya kalian di pinggiran jalan.” Serta merta ada wanita yang merapat ke dinding (rumah) sampai-sampai pakaiannya tersangkut ke dinding itu karena terlalu nempel.” (Abu Daud).


Al-Qur’an memberikan arahan kepada wanita bagaimana seharusnya mereka bersikap, bersuara dan bergaul dengan lawan jenisnya. Allah berfirman,
“Hai istri-istri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (Al-Ahzab: 32)

Kita sekarang hidup di zaman banyak dan beragam fitnah dan godaan, karena interaksi kita dengan dunia luar, misal melalui media masa audio maupun visual.

Wanita dibiarkan berkeliaran ke mana saja tanpa batas dan bergaul dengan siapa saja serta dengan dandanan model zamannya, membuka aurat, dengan kosmetik dan parfum yang menarik perhatian.

Sering kali kita menyaksikan, bahkan seorang gadis belia keluar dari rumahnya tanpa didampingi oleh muhrimnya, bertemu dengan siapa saja tanpa pantauan kedua orang tuanya.

Wanita berbicara melalui telepon hingga berjam-jam tanpa diketahui oleh walinya.

Di waktu siang maupun malam tidak jarang dijumpai wanita berada di luar rumah, bukan untuk suatu kepentingan belanja atau urusan keluarganya, semata-mata untuk mencari sensasi. Kemudian ia bergabung dalam kerumunan laki-laki dan perempuan. Hampir bisa dipastikan bahwa tujuan keluar rumah adalah sengaja menyebarkan fitnah dan menggoda mata laki-laki. Sementara orang tuanya, kakak dan adiknya tenang berada di rumah.


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2007/01/24/73/tabarruj-dan-ikhtilath/#ixzz3Zdi7FFw5
--------------
Line : line.me/ti/p/%40upv3820u

Wanita

Dalam Islam, kaum wanita memiliki hak-hak, tapi terkadang hal ini dilalaikan oleh kebanyakan orang. Sehingga terjadilah kezhaliman kepada kaum wanita. Tidak memberikan apa yang wajib mereka terima.

Hak wanita di dalam Islam adalah mereka wajib dijaga dan dilindungi. Mereka berhak mendapatkan pendidikan dan bimbingan yang islami. Mereka berhak diperlakukan dengan baik. Inilah hak wanita yang wajib ditunaikan oleh kaum laki-laki.

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka....”
(QS. An-Nisa' : 34)

Nabi juga menuntunkan,
"Wanita itu aurat, jika ia keluar dari rumahnya maka setan mengikutinya. Dan tidaklah ia lebih dekat kepada Allâh (ketika shalat) melainkan di dalam rumahnya.” (HR. At-Tirmidzi).

Keluarnya wanita dengan mengenakan parfum semerbak. Berpakaian indah menarik perhatian. Berjalan melewati laki-laki. Sesak memadati tempat perbelanjaan. Adalah sesuatu yang tidak layak mereka lakukan.

Jika Nabi Muhammad saw, telah melarang sesuatu, maka wajib bagi kita menjauhinya. Karena petunjuk beliau adalah untuk kebaikan kita.
Sering kita lihat, campur baur laki-laki dan perempuan menimbulkan kemudharatan. Namun tidak juga kita mengambil pelajaran. Hendaknya kita menaati pesan Nabi dalam hal ini sehingga hal-hal yang buruk tidak lagi terjadi.


Wanita adalah amanah dari Allah yang wajib di jaga. Karena dia dari Allah, maka wajib kita perlakukan sesuai dengan syariat Allah pula. Kita memohon pertolongan Allah agar bisa menjaga amanah dari-Nya dan tidak melalaikannya. Dan kita juga memohon kepada Allah agar wanita-wanita muslimah diberi taufik untuk menaati perintah-perintah-Nya.

Islam sangat memuliakan wanita. Baik mereka sebagai anak-anak, istri, apalagi seorang ibu. Nabi Muhammad saw bersabda,
“Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuan ini, lalu dia berbuat ihsan (kebaikan) kepada mereka, niscaya mereka akan menjadi tabir baginya dari api neraka.” (HR. Bukhari).


Inilah Islam. Tidak ada yang memperlakukan wanita sebaik apa yang telah Allah dan Rasul-Nya tuntunkan. Islam sangat memuliakan wanita.

Sumber : khotbahjumat.com/melindungi-wanita/

Line : line.me/ti/p/%40upv3820u

Wanita

Dalam Islam, kaum wanita memiliki hak-hak, tapi terkadang hal ini dilalaikan oleh kebanyakan orang. Sehingga terjadilah kezhaliman kepada kaum wanita. Tidak memberikan apa yang wajib mereka terima.

Hak wanita di dalam Islam adalah mereka wajib dijaga dan dilindungi. Mereka berhak mendapatkan pendidikan dan bimbingan yang islami. Mereka berhak diperlakukan dengan baik. Inilah hak wanita yang wajib ditunaikan oleh kaum laki-laki.

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka....”
(QS. An-Nisa' : 34)

Nabi juga menuntunkan,
"Wanita itu aurat, jika ia keluar dari rumahnya maka setan mengikutinya. Dan tidaklah ia lebih dekat kepada Allâh (ketika shalat) melainkan di dalam rumahnya.” (HR. At-Tirmidzi).

Keluarnya wanita dengan mengenakan parfum semerbak. Berpakaian indah menarik perhatian. Berjalan melewati laki-laki. Sesak memadati tempat perbelanjaan. Adalah sesuatu yang tidak layak mereka lakukan.

Jika Nabi Muhammad saw, telah melarang sesuatu, maka wajib bagi kita menjauhinya. Karena petunjuk beliau adalah untuk kebaikan kita.
Sering kita lihat, campur baur laki-laki dan perempuan menimbulkan kemudharatan. Namun tidak juga kita mengambil pelajaran. Hendaknya kita menaati pesan Nabi dalam hal ini sehingga hal-hal yang buruk tidak lagi terjadi.

Wanita adalah amanah dari Allah yang wajib di jaga. Karena dia dari Allah, maka wajib kita perlakukan sesuai dengan syariat Allah pula. Kita memohon pertolongan Allah agar bisa menjaga amanah dari-Nya dan tidak melalaikannya. Dan kita juga memohon kepada Allah agar wanita-wanita muslimah diberi taufik untuk menaati perintah-perintah-Nya.

Islam sangat memuliakan wanita. Baik mereka sebagai anak-anak, istri, apalagi seorang ibu. Nabi Muhammad saw bersabda,
“Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuan ini, lalu dia berbuat ihsan (kebaikan) kepada mereka, niscaya mereka akan menjadi tabir baginya dari api neraka.” (HR. Bukhari).

Inilah Islam. Tidak ada yang memperlakukan wanita sebaik apa yang telah Allah dan Rasul-Nya tuntunkan. Islam sangat memuliakan wanita.

Sumber : khotbahjumat.com/melindungi-wanita/

C I N T A

???????????????????????????????Menurut ahli tasawuf, cinta itu meliputi ilham, pancaran, dan luapan hati.
cinta itu nggak bisa diberi batasan dan nggak bisa di definisikan, bahkan nggak bisa dijelaskan hakikat dan rahasianya.
sebab, cinta hanya bisa dirasa.

Kata Kahlil Gibran,
cinta itu keindahan sejati yang terletak pada keserasian spiritual,
dan cinta juga nggak memberikan apa-apa, kecuali dirinya utuh penuh.

Jalaludin Rumi bilang,
"Dengan cinta, yang pahit menjadi manis.
Dengan cinta, yang mati menjadi hidup.
Dengan cinta, raja menjadi budak.
Dari ilmu, cinta dapat tumbuh."

---------------------

*Jatuh Cinta*

Menurut Prof. Dr. dr. Dadang Hawari,
"Jatuh cinta merupakan sunatullah karena kebutuhan mencintai dan dicintai (kebutuhan afeksional) adalah kebutuhan dasar manusia"

Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya Allah SWT, berfirman pada hari kiamat : Mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku?
Hari ini akan Aku naungi (tolong) mereka, ketika tidak ada naungan (pertolongan) yang lain selain dari-Ku."

"Apakah mencintai seseorang termasuk beriman ?"
cinta yang mana dulu nih?
cinta yang di maksud bukanlah cinta yang di alami orang gini hari.
melainkan cinta yang nggak dibarengi hawa nafsu, alias cintanya itu murni dilandasi cinta karena Allah.
sebagaimana sabda Rasulullah saw,
"Tidaklah beriman salah seorang dari kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

dari keterangan di atas, jatuh cinta itu tidak salah.
yang salah adalah ekspresi cinta yang diidentikkan dengan "status" yang marak saat ini
bahkan banyak yang mengidentikkannya dengan seks bebas.

"Jadi, bagaimana jika kita jatuh cinta?"
Akibat jatuh cinta ini, banyak kasus yang terjadi.
orang yang tidak kuat imannya, jadi menyimpang dari aturan-Nya.
Contohnya, akibat cintanya bertepuk sebelah tangan,
ada orang yang pergi ke dukun (musyrik) untuk menyantet orang yang di cintainya itu sampai sakit, ngejomblo, dan meninggal.

Hal-hal yang dilakukan saat cinta itu tumbuh :
1. Mengingat Allah SWT
2. Menjaga pandangan mata dan hati
Menurut Ibnu Qayyim, segala peristiwa berawal dari pandangan mata.
Jilatan api bermula dari setitik bara.
Berapa banyak pandangan yang membelah hati, laksana anak panah yang melesat dari tali.
Selagi manusia masih memiliki mata untuk memandang, dia tidak lepas dari bahaya yang menghadang
senang di permulaan dan ada bahaya di kemudian hari,
tiada ucapan selamat datang, dan ada bahaya saat kembali.
3. Membatasi pertemuan
4. Hindari bercampur baur (ikhtilat)
5. Mengendalikan hawa nafsu

Ibn Qayyim Al-Jauziyah menyebutkan,
"Para ilmuwan dan dokter sepakat bahwa kesembuhan sakit cinta adalah menyatukan dua ruh dan dua badan yang berdekatan.
Menyatukan dua ruh dan badan itulah yang disebut dengan pernikahan."
Rasulullah saw bersabda, "Tidak ada dua orang yang saling mencintai, kecuali dalam nikah." (HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim)tai

-----------------------

Rasulullah saw berpesan,
"Cintailah kekasihmu sewajarnya.
Karena bisa jadi, suatu saat dia akan menjadi musuhmu
Dan, bencilah musuhmu sewajarnya.
Karena bisa jadi, suatu saat dia akan menjadi kekasihmu"
(HR. Tirmidzi)

Line : line.me/ti/p/%40upv3820u
Intagram/Twitter : @fkpmsmansa

 

SMANSA ISLAMIC FESTIVAL 2 (BAKSOS)

 Root Of Life


sif new


“Menumbuhkan semangat kehidupan di era modern dengan tuntunan islam sebagai jalan menuju ridho Allah SWT”




Assalamu’alaykum Warrahmatullahi Wabarakatuh...

Tak lengkap rasanya jika kesuksesan dan kebahagiaan itu tidak di rasakan oleh mereka di luar SMAN 1 Balikpapan. Maka dari itu, sebagai rasa syukur kami atas kesuksesan acara SMANSA ISLAMIC FESTICAL 2, kami mengadakan baksos. Kegiatan ini juga sebagai penutup dan pelengkap acara SIF 2.

Baksos kali ini di adakan 2 kali.

Yang pertama, pada hari Sabtu, 21 Februari 2015, pembagiannya di lakukan oleh beberapa ikhwan FKPM ke masjid-masjid yang ada di Balikpapan.

Yang ke dua, yaitu baksos pada hari Sabtu, 28 Februari 2015 ini, di adakan di SMAN 1 Balikpapan dengan mengundang beberapa dari pasukan kuning (penyapu jalan). Semua pembina FKPM dan panitia turut serta dalam pembagian sembako kepada pasukan kuning.

1425381978190

Alhamdulillah, semua rangkaian acara SMANSA ISLAMIC FESTIVAL 2 berjalan dengan lancar. Sekali lagi, kami dari FKPM SMAN 1 Balikpapan mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak sponsor yang memberikan bantuannya kepada kami, semua wali murid, siswa SMAN 1 Balikpapan, Kepala Sekolah, Dewan Guru beserta staff, semua panitia FKPM ikhwan dan akhwat, dan semua para tamu undangan, pengisi acara, bintang tamu dan juga Ustadz. Berkat dukungan, bantuan dan do’a dari semuanya, acara ini berjalan dengan lancar dan sukses. Semoga apa yang sudah di berikan dan di lakukan ini, bermanfaat bagi orang lain dan juga menjadi tabungan amalan kebaikan untuk kita semua. Aamiin. Terimakasih......